2.6.13

5 Tips Meningkatkan Skill Desain

Desain grafis merupakan sebuah profesi yang sangat menantang, dinamis, dan (yang paling penting) menyenangkan untuk dilakukan. Menjadi desainer grafis tidak semudah yang dibayangkan. Project-nya variatif, butuh mental, ketekunan, fokus, wawasan, bahkan kesabaran yang ekstra tinggi. Bagi kamu yang ingin meningkatkan skill/kemampuan desain kamu di bidang ini, ada beberapa tips yang diharapkan bermanfaat. Tips-tips ini merupakan esensi lahirnya sebuah rancangan grafis yang fungsional dan memiliki kedalaman.


1) Learn the Basic!


Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas desain kamu adalah belajar prinsip-prinsip dasar dalam desain grafis. prinsip-prinsip tersebut adalah fondasi dasar. Jika fondasinya sudah benar, selebihnya akan mengalir dengan sendirinya. Diantara hal-hal dasar yang harus dipelajari adalah mengenal bentuk, tata letak, proporsi, keseimbangan (balance), kesatuan (unity), pengulangan (repetation), maupun teori-teori persepsi seperti gestalt, dll.

Prinsip-prinsip dasar tersebut merupakan hal ilmiah yang ditemukan melalui eksperimen orang-orang terdahulu. Pada desain grafis, prinsip dan pengetahuan dasar menyentuh aspek-aspek vital seperti fungsi dan estetika.


2) Berfokus kepada Tujuan


Karya grafis adalah rancangan yang mengedapankan fungsi/tujuan. Maka penting bagi desainer grafis untuk selalu mengedepankan tercapainya fungsi. Seringkali kebanyakan dari kita terlalu terfokus kepada nilai estetis atau keindahan sehingga lupa kepada fungsi. Sehingga tidak jarang sebuah output karya grafis penuh sesak oleh elemen-elemen yang dianggap bakal membuat karya menjadi lebih estetis/indah, pada saat yang sama elemen-elemen itu malah merusak fungsi utama karya grafis yaitu menyampaikan pesan dan informasi.


 

3) Manajemen Waktu


Sebuah rancangan yang baik tentu saja butuh waktu untuk diwujudkan. Project desain yang terburu-buru membuat kita melupakan detail-detail kecil yang sangat berpengaruh. Solusi terbaik adalah memberikan deadline yang realistis, kemudian mengedukasi klien melalui proses yang harus dilalui untuk mewujudkan hasil kerja yang maksimal. .


 

4) Keep It Simple, Stupid! (KISS)


"Keep It Simple, Stupid!" adalah kalimat yang populer dikalangan creative professional. Intinya adalah menekankan pentingnya kesederhanaan dalam sebuah karya, apapun itu. Output yang sederhana akan lebih mudah dimengerti. Ini juga terkait dengan bagaimana membuat karya grafis menjadi fungsional.


 

5) Mendalami Proses


Setiap bidang desain grafis seperti layout, ilustrasi, dan digital imaging masing-masing membutuhkan proses yang berbeda dalam pengerjaannya. Belajarlah untuk menemukan tehnik dan proses kerja yang baik, baik itu dari desainer senior, di komunitas, buku, internet, dll. Proses yang tepat tidak hanya menjadikan pekerjaan menjadi lebih efisien, tapi juga memberi ruang bagi desainer untuk fokus menjaga kualitas sebuah karya.


That's it.. Mudah-mudahan tips-tips ini bermanfaat untuk mengupgrade kemampuan kamu dibidang desain grafis. Tentu saja tidak ada yang instant disini, pembelajaran tetap butuh proses dan seringkali banyak rintangan. "Hanya yang kuat dan cukup gila yang akan bertahan", begitu ucap salah seorang admin Desain Studio. :D


28.5.13

4 Tips Membangun Portfolio Desain untuk Pemula



Portfolio memberi gambaran kepada calon klien tentang kemampuan dan kreatifitas yang dimiliki. Untuk desainer atau studio desain yang belum punya portfolio, kemungkinan mendapat pekerjaan juga lebih kecil. Klien biasanya lebih memilih studio dan agency-agency desain yang lebih berpengalaman dan memiliki portfolio yang menarik.


Bagi desainer grafis yang sedang merintis, berikut ada beberapa tips untuk membangun portfolio dan mulai menghasilkan karya, tentunya dengan tetap bermartabat tanpa harus mengemis dan membuat diri kamu terlihat seperti amatiran.



1. Pro Bono

Pro bono publico biasanya disingkat dengan Pro bono. Merupakan istilah latin yang kira-kira berarti "untuk kepentingan publik (khalayak ramai)". Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pelayanan gratis kepada publik yang diberikan oleh para pemberi jasa profesional. Pro bono berbeda dengan sukarelawan pada umumnya, pro bono dikerjakan oleh pihak-pihak yang memiliki skill profesional dan kompeten pada bidang-bidang tertentu.



Logo 67 Dirgahayu Indonesia oleh Wahyu Aditya

Bagi desainer grafis, pro bono merupakan pilihan yang sangat baik untuk membangun portfolio sekaligus mendapatkan pahala dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Banyak sekali lembaga dan yayasan sosial yang butuh sentuhan desainer grafis secara profesional namun tidak punya budget untuk mewujudkannya. Sebut saja misalnya panti asuhan, yayasan tuna netra, pesantren, atau mungkin event-event publik seperti yang dikerjakan Wahyu Aditya diatas.



2. Desain Fiktif


Kamu juga bisa membuat sebuah projek desain fiktif. Selain melatih kemampuan dalam mendesain, desain fiktif (biasanya) juga menyenangkan untuk dilakukan, karena memang tidak ada pihak (klien -red) yang terlibat didalamnya. Kamu akan lebih mudah bereksplorasi tanpa banyak batasan dan standar-standar yang biasanya ditentukan oleh klien.


Hanya perlu diingat, desain fiktif ditujukan untuk memberi gambaran tentang apa yang bisa kamu lakukan sebagai desainer, baik secara teknis, kreatifitas, maupun konsep pengerjaan. Klien bisa saja memutuskan untuk meng-hire kamu jika secara kualitas karya (walaupun fiktif) kamu sesuai dengan standar yang mereka cari.



I Hate You logo oleh Sir Sirix


Rebranding Microsoft oleh Andrew Kim. Andrew kemudian dipekerjakan oleh Microsoft karena proyek fiktifnya.


3. Bisnis Kecil yang Prospek


Banyak bisnis-bisnis kecil dengan yang secara konsep dan komoditi unik untuk dibantu disekitar kita. Komoditi-komoditi yang secara kualitas mungkin bersaing dengan merek-merek ternama. Di era teknologi seperti sekarang, hal yang sama juga berlaku untuk start-up.



Kripik Maicih, contoh bisnis kecil yang prospek dan kemudian tumbuh pesat

Kamu bisa menggunakan kemampuan kamu dalam mendesain untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya. Prospek bisnis yang besar adalah modal yang bagus untuk membangun personal portfolio yang memberikan exposure yang juga besar. Hanya saja kamu harus jeli-jeli melihat kemungkinan dan prospek dari bisnis tersebut.



4. Personal Project


Terlepas dari status, apakah kamu seorang freelancer atau sebagai studio owner, kamu pasti punya kebutuhan desain personal, minimal sekali logo untuk usaha kamu. Proyek desain personal juga bisa memberi gambaran kemampuan kamu kepada calon klien.


Jika kamu adalah membangun sebuah studio desain, selain dari hanya logo, kamu bisa mengembangkan proyek-proyek personal sampai kepada corporate identity, company profile, dll.

Proses desain logo milik David Airey


Jacob Cass memperlihatkan proses desain logo personal miliknya.


Melihat dari pengalaman beberapa desainer grafis ternama, mereka selalui memulai membangun portfolio mereka dengan cara-cara diatas. Selain tetap mempertahankan profesionalisme mereka sebagai desainer grafis, mereka juga memiliki kesempatan untuk berlatih dan mengasah kemampuan. Bagaimana dengan kamu? Apa tips yang kamu lakukan untuk membangun portfolio?

24.4.13

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis

Belajar desain grafis dengan corelDRAW" atau "Pintar desain dalam 24 jam dengan Photoshop" Pernah mendengar ungkapan-ungkapan seperti ini? Ini adalah salah satu contoh berkembangnya pemahaman yang keliru terhadap desain grafis di masyarakat. Artikel ini ditulis untuk meluruskan kekeliruan diatas sehingga pemula yang ingin menekuni bidang desain grafis memiliki panduan yang jelas dalam melangkah. Ada sedikit tips dasar yang saya anggap membantu pemula yang memang ingin serius menekuni bidang desain grafis. Selain berdasarkan pengalaman pribadi, panduan sederhana ini juga sangat direkomendasikan desainer-desainer grafis profesional. Jadi, kenapa tidak dicoba!







1. Belajar Teori dan Aturan Dasar Desain Grafis

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Desain grafis adalah seni terapan yang ditujukan untuk mengkomunikasikan pesan. Ada teori dan aturan-aturan dasar yang harus dipelajari untuk mencapai pemahaman mendalam tentang desain grafis. Salah satu pelajaran mendasar adalah mengenal prinsip dasar dari desain grafis (basic principle of graphic design). Salah satu desainer terkenal asal Australia, Jacob Cass, dalam artikelnya sangat menyarankan untuk mempelajari teori dasar desain grafis sebagai pondasi dasar dalam berkarya.

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar


Berikut beberapa artikel yang bisa menjadi acuan untuk belajar teori dasar desain :

Want to know how to design? Learn The Basics
50 Totally Free Lessons in Graphic Design Theory
5 hal penting terkait warna pada desain grafis
Keseimbangan dalam desain grafis
Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetak
Beda Desain Grafis dan Seni Murni


2. Belajar Software Grafis

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Setelah memahami fungsi dan penggunaan elemen dasar desain grafis, kamu perlu belajar bagaimana mengeksekusi karya tersebut menggunakan software grafis. Ada banyak sekali aplikasi grafis yang tersedia saat ini, mulai dari yang berbayar sampai yang gratisan.

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar



Untuk menciptakan karya berbasis vector, kamu bisa menggunakan Adobe Illustrator dan CorelDRAW. Keduanya adalah software berbayar. Aplikasi sejenis juga ada yang gratis, yaitu InkScape. Aplikasi ini cukup lumayan dan bisa jadi alternatif jika kamu kesulitan untuk membeli software berbayar. Untuk aplikasi editing gambar berbasi raster, saat ini yang paling populer adalah Photoshop. Alternatifnya adalah pixelmator, software sejenis yang dikhususkan untuk operating system Macintosh. Ada pula software-software pendukung seperti 3ds max dan cinema 4d untuk membuat pola grafis berformat tiga dimensi.

Saya sarankan untuk mempelajari seperlunya saja. Karena inti dari penggunaan software pada desain grafis adalah mewujudkan ide dan konsep kedalam karya nyata. Terserah apapun aplikasi yang digunakan, pastikan itu mampu dan cocok digunakan untuk mewujudkan ide kita kedalam sebuah karya.


3. Menjadi Kolektor

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar


Jika kamu serius ingin menjadi desainer grafis, sudah saatnya kamu menjadi kolektor karya-karya desain. Koleksi tersebut dengan sendirinya akan membuat kita mendapatkan asupan inspirasi untuk berkarya. Mulai saja dengan mengumpulkan karya-karya desain sederhana seperti flyer, brosur, kartu nama, poster, majalah, dll. Lanjutkan dengan berselancar di internet dan bookmark situs-situs desain grafis dan inspirasi. Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter juga sangat bagus untuk tetap up to date mengamati perkembangan terbaru dari komunitas desain diseluruh dunia.

Berikut beberapa artikel berisi kumpulan situs desain yang inspiratif dan patut dikunjungi :

20 situs desain lokal yang harus dikunjungi
Top 100 Graphic Design Blogs
20 Must Subscribe Graphic Design Blogs


4. Berlatih!

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar



Berlatih, berlatih, dan berlatih! Tidak ada gunanya poin-poin diatas jika kamu tidak mempraktekkan dan mengasahnya secara langsung. Dalam konteks desain grafis, dibutuhkan suatu projek untuk berlatih. Projek tersebut bisa kamu mulai dari hal yang paling dekat. Membuat logo dan personal branding untuk diri kamu sendiri misalnya. Projek juga bisa didapatkan dari keluarga dan teman terdekat. Mungkin bayarannya kecil, jadi niatkan saja untuk belajar. Kamu juga bisa berlatih dan mengasah kemampuan desain grafis kamu dengan menciptakan projek fiktif dan meredesign karya orang lain. Ada banyak jalan untuk berlatih, jadi berlatihlah!


5. Memahami Fungsi dan Peran Desainer Grafis

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar



Desainer grafis sejatinya adalah pemecah masalah (problem solver). Masalah datangnya dari klien dan desainer grafis ditunjuk untuk memecahkan masalah tersebut sesuai terapan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Interaksi antara klien dan desainer ini kemudian mengharuskan desainer grafis untuk memiliki berbagai aspek pendukung lain seperti sikap mental, kemampuan berkomunikasi dan presentasi, kemampuan mengidentifikasi masalah, dsb.


Bagaimana menurut kamu? mari berbagi pendapat dengan berkomentar.

Pentingnya Komunikasi Interpersonal bagi Desainer Grafis

Desain grafis merupakan profesi yang tidak hanya menuntut fokus, kreatifitas, dan intelektualitas yang tinggi, tapi juga harus komunikatif dan mampu menjembatani keinginan klien. Tidak jarang, banyak sekali desainer grafis yang bermasalah ketika berhadapan dengan konsumen yang membutuhkan jasanya. Padahal, seorang desainer dituntut mampu memberikan solusi serta edukasi terhadap klien terkait proses, cara kerja, serta tujuan sebuah rancangan grafis. Karena hal tersebut akan mempermudah pekerjaan serta memberikan efek domino bagi pemahaman masyarakat terhadap segala praktik yang terkait kedalam desain grafis.



Desainer haruslah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara terarah dan bertujuan. Komunikasi tersebut disebut juga sebagai komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal menurut Muhammad (2005,p.158-159) adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. Dari teori tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa, komunikasi interpersonal adalah suatu dialog yang dilakukan antar individu atau antar individu dengan kelompok dengan tujuan dan cara tertentu untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Berdasarkan teori di atas, komunikasi interpersonal memungkinkan seorang desainer untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman tentang dunia visual kepada konsumen. Mengingat bahwa desain grafis masih tergolong kedalam jenis pekerjaan yang ekslusif dan tidak semua orang akan paham maksud yang dijelaskan oleh seorang perancang grafis.


Bagaimana cara memulai?

Menurut Devito(1997, p.259-264), Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).


1. Keterbukaan (Openness)

Berdialog atas azas kepercayaan dan kejujuran. Keterbukaan informasi dalam berkomunikasi antar individu sangat ditekankan. Hal tersebut memberikan dampak pada terbangunnya rasa saling percaya. Sehingga jika kepercayaan sudah terbentuk, maka kedua individu atau lebih yang sedang berdialog akan merasa nyaman.


2. Empati (empathy)

Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut dalam topik yang sedang dibicarakan. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada dalam perasaan yang sama seperti hanyut dalam setiap pembicaraan yang sedang dibicarakan. Jika empati diutamakan dalam setiap komunikasi, maka kedua komunikan akan saling memahami perasaan masing-masing dan komunikan akan tahu bagaimana harus memberikan respon terhadap perasaan tersebut. Perasaan-perasan yang diberikan itu dapat pula berupa pengalaman, harapan, tujuan, cita-cita serta keinginan. Empati dapat ditunjukkan melalui gerakan tubuh atau dengan cara mendengar dengan seksama dan hati-hati dalam merespon setiap pertanyaan atau pernyataan yang keluar dari komunikan. Dalam desain grafis, empati secara sederhana dapat digambarkan dalam sikap peduli seorang desainer grafis. Bagaimana dia bisa memahami kondisi, selera, dan harapan dari klien terhadap jasa yang ingin dipakainya.


3. Sikap mendukung (supportiveness)

Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak terjadi dalam suasana yang tidak mendukung. Setiap komunikan harus memperlihatkan terlebih dahulu dukungannya terhadap apa yang dibicarakan. Sikap-sikap yang harus ditonjolkan seperti spontanitas, meng”iyakan” apa yang dikatakan dan tidak memberikan solusi terlebih dahulu jika tidak ditanyakan.


4. Sikap positif (positiveness)


Sikap dan pandangan positif merupakan elemen penting yang tidak dapat dilupakan. Karena sikap positif dapat memberikan energi baru bagi dua orang yang sedang berkomunikasi. Dan sikap positif menjaga atmosfer dialog yang sedang dibangun.


5. Kesetaraan (Equality)

Inilah hidup, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Semua pasti atas dasar keseimbangan. Ada yang kurang dan ada yang lebih. Jika salah satu kurang, maka di sisi lain lebih. Begitu juga, jika di satu sisi kurang, maka di sisi lain terdapat kelebihan. Oleh karena itu, setiap dialog yang sedang dibangun oleh dua manusia yang berbeda cara pandang, profesi, status sosial, keinginan, serta pengalaman haruslah memiliki rasa saling menghargai dan memahami akan setiap perbedaan. Jika sikap saling menghargai sudah terbentuk, maka setiap komunikan akan semakin mudah untuk menerima setiap perbedaan dalam dialog yang terjadi. Sehingga tujuan dari dialog tercapai secara terarah.

Demikian sedikit tips yang bisa digunakan untuk membangun komunikasi interpersonal yang baik bagi desainer grafis. Kamu bisa berlatih mengembangkan sikap-sikap diatas ketika sedang berkomunikasi dengan klien. Sehingga diharapkan, dengan komunikasi yang baik, tujuan dari proses perancangan visual bisa tercapai. Semoga bermanfaat!

19.1.13

Jurus Desain Logo




Logo merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai ganti dari nama sebenarnya.
Peranan sebuah logo begitu penting bagi sebuah merek produk ataupun perusahaan/lembaga. Logo adalah identitas yang melambangkan si pemilik identitas, sejauh mana sebuah logo mampu menjelaskan karakter atau ciri khas pemiliknya sangat tergantung kepada imajinasi, kreatifitas dan kemampuan teknis pembuatnya.



Sebuah logo yang berfungsi dengan baik tidak hanya mampu menampilkan keindahan secara fisik namun mampu menjelaskan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan melalui tampilan yang praktis dan mudah dipahami. Sebagai contoh, sebuah logo bergambar ular tidak akan bekerja jika perusahaan anda menjual minuman soda (Haha..contoh yg ekstrim!). Contoh lain, Logo Google yang simple dengan tampilan huruf warna-warni (mungkin) melambangkan kehebatan si mesin pencari dalam menemukan setiap ruang dari blog maupun website yang berbeda-beda, secara maksud dan tujuan (mungkin) logo ini berhasil mencapai target, namun kalau boleh jujur..menurut saya logo google gak ada indah-indahnya! :D

Ada beberapa hal penting yang harus dimengerti dengan baik oleh logo designer dalam proses pembuatan sebuah logo.

Pertama : Logo diperuntukkan untuk dilihat sekilas. Artinya, orang tidak akan membuang waktu mereka untuk dapat memahami sebuah logo. Oleh karena itu, buatlah logo dengan typografi (teks) dan image yang mudah dibaca dan dikenali dengan maksud agar pesan tersampaikan dengan baik.

kedua : Pertimbangkan dengan baik warna logo anda. Posisikan kepada beberapa warna background yang berbeda, dan lihat apakah logo anda tsb cukup fleksibel untuk diterapkan. Sebuah logo akan digunakan dalam jangka waktu panjang dan akan berhubungan dengan berbagai media periklanan. ketika suatu saat logo tersebut harus ditampilkan dalam hitam dan putih, bagaimana tampilannya? Selain itu, padukan warna yang mudah dikenali dan eye catching pada logo. dan bayangkan, bagaimana bila logo tersebut berbaur bersama ratusan logo yang lain di rak sopermarket misalnya, apakah logo tersebut cukup menarik perhatian atau tidak. apabila tidak, maka segera buat logo baru! :D

ketiga : Seperti yg telah dijelaskan diatas, sebuah Logo haruslah cocok dengan perusahaan pemiliknya. Berikan font yang lansing atau kurus untuk perusahaan yang menjual obat diet (misal!) :D

keempat : Ada baiknya sebuah logo menggambarkan keindahan dan enak dipandang mata. Berikan kesan profesional dalam setiap lekukannya. Jangan sampai itu logo dikira buatan anak TK. (Seperti logo Gudang suram diatas!) :D

sebagai tambahan, berikut daftar situs untuk menambah inspirasi dalam pembuatan logo, seringlah-seringlah berkunjung kesana dan berlatih berulang kali untuk menambah skill dibidang logo design :














yups, gimana? minat buat jadi Logo maker atau Logo designer?? yaaa..minimal Logo Designer untuk blog sendiri.. :D

Desain Grafis dan Pernikahan

Menurut saya, ada 3 siklus penting dalam kehidupan manusia (ini adalah pandangan subjektif berdasarkan pada mayoritas manusia), yang pertama adalah KELAHIRAN, kedua adalah PERKAWINAN dan terakhir adalah KEMATIAN. ke tiga hal di atas merupakan hal penting dalam hidup, Hampir semua kebudayaan yang ada di bumi ini mensakralkan ke tiga siklus tersebut. Upacara-upacara dari yang klenik sampai yang kontemporer dilakukan untuk ketiga hal di atas. Kali ini, desainstudio akan membahas yang No.2 (mumpung masih bulan syawal..hehehe).


Percaya atau tidak, Desain Grafis tidak melulu berbicara masalah branding, logo, tipografi, web atapun gambar. Desain grafis ternyata juga berhubungan erat dengan pernikahan..yaa! Jika kamu belum menikah, paling tidak suatu saat nanti kamu perlu seorang desain grafis untuk mendesain undangan pernikahan kamu bukan? Lantas apa-apa saja kaitan antara desain grafis dan pernikahan? Hmm, simak beberapa poin berikut ini :


1. Kesamaan

Pekerjaan seorang desainer grafis tidak jauh berbeda dengan mempersiapkan sebuah pernikahan. Ada beberapa proses yang cukup mirip antara desain grafis dengan persiapan pernikahan Jika kamu seorang desainer grafis dan melalui proses-proses ini, pastinya nanti tidak canggung ketika menghadapi proses persiapan pernikahan :D. Menurut graphicdesignblog.org, kemiripan tersebut antara lain meliputi :

- Anggaran (budget)
- Berpacu dengan Waktu
- Segalanya harus berjalan dengan sempurna
- Diperlukan adanya kontrak/perjanjian
- Diperlukan adanya latihan
- Banyak keputusan yang harus diambil
- Proses yang dilalui bisa bikin stress



Untuk ulasan selengkapnya, kamu bisa lihat disini :
Graphic Design Project is like a Wedding – Believe it or Not??


2. Dokumentasi Visual

Fotografi dan desain grafis adalah dua profesi yang setali tiga uang, sama-sama menjual ide dengan polesan estetika untuk memunculkan daya tarik. Proses yang dilalui dalam berkarya juga mirip, sama-sama membutuhkan pengetahuan dan tehnik yang diasah terus menerus, serta berdasarkan pengalaman dan nilai estetis yang tumbuh berdasarkan proses yang telah dicapai. The Uppermost adalah salah satu (tim) fotografer profesional yang khusus menangani Wedding Photography. Mereka menjual ide, tehnik, dan komposisi yang menarik dengan sentuhan nilai artistik yang tidak biasa. Kamu bisa melihat karya-karya Wedding Photography dari The Uppermost disini : www.theuppermost.com





3. Weeding Invitation

Undangan pernikahan pada dasarnya hanya berisikan informasi tentang tempat dan tanggal pernikahan (namanya juga undangan :D). namun seiring waktu, undangan pernikahan lebih dari sekedar "mengundang", ia bercerita banyak tentang hal-hal estetis dari sebuah pernikahan. ia seperti branding sebuah perusahaan, bahkan dapat menunjukkan kelas-kelas sosial. berikut beberapa desain undangan pernikahan cantik dari berbagai desainer grafis .




Tentu masih banyak lagi peran desain grafis dalam sebuah acara pernikahan, apalagi karena itu adalah momen sakral yang dilakukan paling tidak sekali seumur hidup. Tentu setiap pasangan ingin momen tersebut menjadi momen yang terbaik. Bagaimana pendapat kamu tentang hal ini? :)

Desain Grafis untuk Perubahan

Seberapa berpengaruhnya karya kamu bagi orang lain? Pernahkah kamu bermimpi jika suatu saat karya kamu akan menjadi inspirasi bagi orang lain bahkan penduduk dunia? Never stop Dreaming!. Dunia desain grafis telah berkembang demikian pesat seiring kemajuan peradaban manusia itu sendiri. Dari mulai menggambar pesan di atas media dinding gua (hieroglif) berlanjut di atas kulit, kertas lontar, bangunan (arsitektur) seperti sebuah candi, hingga sekarang dalam media digital. Semua berfungsi untuk menyampaikan “sesuatu” kepada orang lain.



Desain grafis menggunakan media visual untuk menyampaikan suatu pesan. Dari mulai dunia komersil seperti brand identity dan advertising, sampai dengan kampanye presiden hingga propaganda perang. Mungkin inilah sebabnya mengapa salah seorang kontributor di desainstudio percaya jika dunia desain grafis berperan merubah dunia. :) Tergantung ke arah mana kamu mau berkiblat : positif atau negatif.

Mungkin ini kiranya yang membuat Victor Papanek berkata dalam bukunya "Design for The Real World", peran desain beserta desainernya diupayakan menjadi pioner dalam mengatasi perubahan dan pembaruan.

Berikut adalah beberapa situs yang menggunakan desain grafis sebagai media menyampaikan pesan menghimbau dan mengajak kita untuk menjaga lingkungan.


1) Greenpeace

Greenpeace telah lama menjadi sebuah organisasi nirlaba yang mengkampanyekan penyelematan lingkungan. Mereka kerap mengadakan lomba-lomba desain poster untuk tujuan tersebut. Bagaimana sebuah tampilan visual bisa mewakili pesan perubahan?

check it out!







2) FuturArc

Arsitektur telah menjadi media yang sangat powerfull dalam mengkomunikasikan pesan dalam wujud nyata. Tahun 2011 ini futurarc mengadakan kontes desain bertema Green Issue bagi para perancang bangunan atau landscape bertema lingkungan hidup. Tebak siapa pemenang pertamanya? They come from Indonesia!


3) zodshopdesign

Zodshopdesign, merupakan situs yang khusus mendesain segala bentuk print design mulai dari brosur, leaflet, logo hingga kemasan produk dengan tema lingkungan. Daripada bersaing di tengah komersialisme desain, mereka berani memposisikan diri dengan tag line Environmentally sensitive design.



"The only important thing about design is how it relates to people."
Victor Papanek

Sangat disayangkan jika desain grafis, dengan segala potensinya untuk menghimbau khalayak ramai digunakan hanya sebatas alat untuk menunjang materi dan pemenuhan kebutuhan hidup. Seorang desainer grafis, sudah selayaknya berfikir untuk lebih memfungsikan karyanya bagi kepentingan orang banyak. Tidak masalah medianya apa, yang penting itu berfungsi bukan?