24.4.13

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis

Belajar desain grafis dengan corelDRAW" atau "Pintar desain dalam 24 jam dengan Photoshop" Pernah mendengar ungkapan-ungkapan seperti ini? Ini adalah salah satu contoh berkembangnya pemahaman yang keliru terhadap desain grafis di masyarakat. Artikel ini ditulis untuk meluruskan kekeliruan diatas sehingga pemula yang ingin menekuni bidang desain grafis memiliki panduan yang jelas dalam melangkah. Ada sedikit tips dasar yang saya anggap membantu pemula yang memang ingin serius menekuni bidang desain grafis. Selain berdasarkan pengalaman pribadi, panduan sederhana ini juga sangat direkomendasikan desainer-desainer grafis profesional. Jadi, kenapa tidak dicoba!







1. Belajar Teori dan Aturan Dasar Desain Grafis

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Desain grafis adalah seni terapan yang ditujukan untuk mengkomunikasikan pesan. Ada teori dan aturan-aturan dasar yang harus dipelajari untuk mencapai pemahaman mendalam tentang desain grafis. Salah satu pelajaran mendasar adalah mengenal prinsip dasar dari desain grafis (basic principle of graphic design). Salah satu desainer terkenal asal Australia, Jacob Cass, dalam artikelnya sangat menyarankan untuk mempelajari teori dasar desain grafis sebagai pondasi dasar dalam berkarya.

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar


Berikut beberapa artikel yang bisa menjadi acuan untuk belajar teori dasar desain :

Want to know how to design? Learn The Basics
50 Totally Free Lessons in Graphic Design Theory
5 hal penting terkait warna pada desain grafis
Keseimbangan dalam desain grafis
Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetak
Beda Desain Grafis dan Seni Murni


2. Belajar Software Grafis

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Setelah memahami fungsi dan penggunaan elemen dasar desain grafis, kamu perlu belajar bagaimana mengeksekusi karya tersebut menggunakan software grafis. Ada banyak sekali aplikasi grafis yang tersedia saat ini, mulai dari yang berbayar sampai yang gratisan.

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar



Untuk menciptakan karya berbasis vector, kamu bisa menggunakan Adobe Illustrator dan CorelDRAW. Keduanya adalah software berbayar. Aplikasi sejenis juga ada yang gratis, yaitu InkScape. Aplikasi ini cukup lumayan dan bisa jadi alternatif jika kamu kesulitan untuk membeli software berbayar. Untuk aplikasi editing gambar berbasi raster, saat ini yang paling populer adalah Photoshop. Alternatifnya adalah pixelmator, software sejenis yang dikhususkan untuk operating system Macintosh. Ada pula software-software pendukung seperti 3ds max dan cinema 4d untuk membuat pola grafis berformat tiga dimensi.

Saya sarankan untuk mempelajari seperlunya saja. Karena inti dari penggunaan software pada desain grafis adalah mewujudkan ide dan konsep kedalam karya nyata. Terserah apapun aplikasi yang digunakan, pastikan itu mampu dan cocok digunakan untuk mewujudkan ide kita kedalam sebuah karya.


3. Menjadi Kolektor

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar


Jika kamu serius ingin menjadi desainer grafis, sudah saatnya kamu menjadi kolektor karya-karya desain. Koleksi tersebut dengan sendirinya akan membuat kita mendapatkan asupan inspirasi untuk berkarya. Mulai saja dengan mengumpulkan karya-karya desain sederhana seperti flyer, brosur, kartu nama, poster, majalah, dll. Lanjutkan dengan berselancar di internet dan bookmark situs-situs desain grafis dan inspirasi. Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter juga sangat bagus untuk tetap up to date mengamati perkembangan terbaru dari komunitas desain diseluruh dunia.

Berikut beberapa artikel berisi kumpulan situs desain yang inspiratif dan patut dikunjungi :

20 situs desain lokal yang harus dikunjungi
Top 100 Graphic Design Blogs
20 Must Subscribe Graphic Design Blogs


4. Berlatih!

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar



Berlatih, berlatih, dan berlatih! Tidak ada gunanya poin-poin diatas jika kamu tidak mempraktekkan dan mengasahnya secara langsung. Dalam konteks desain grafis, dibutuhkan suatu projek untuk berlatih. Projek tersebut bisa kamu mulai dari hal yang paling dekat. Membuat logo dan personal branding untuk diri kamu sendiri misalnya. Projek juga bisa didapatkan dari keluarga dan teman terdekat. Mungkin bayarannya kecil, jadi niatkan saja untuk belajar. Kamu juga bisa berlatih dan mengasah kemampuan desain grafis kamu dengan menciptakan projek fiktif dan meredesign karya orang lain. Ada banyak jalan untuk berlatih, jadi berlatihlah!


5. Memahami Fungsi dan Peran Desainer Grafis

Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
Panduan Dasar untuk Belajar Desain Grafis
sumber gambar



Desainer grafis sejatinya adalah pemecah masalah (problem solver). Masalah datangnya dari klien dan desainer grafis ditunjuk untuk memecahkan masalah tersebut sesuai terapan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Interaksi antara klien dan desainer ini kemudian mengharuskan desainer grafis untuk memiliki berbagai aspek pendukung lain seperti sikap mental, kemampuan berkomunikasi dan presentasi, kemampuan mengidentifikasi masalah, dsb.


Bagaimana menurut kamu? mari berbagi pendapat dengan berkomentar.

Pentingnya Komunikasi Interpersonal bagi Desainer Grafis

Desain grafis merupakan profesi yang tidak hanya menuntut fokus, kreatifitas, dan intelektualitas yang tinggi, tapi juga harus komunikatif dan mampu menjembatani keinginan klien. Tidak jarang, banyak sekali desainer grafis yang bermasalah ketika berhadapan dengan konsumen yang membutuhkan jasanya. Padahal, seorang desainer dituntut mampu memberikan solusi serta edukasi terhadap klien terkait proses, cara kerja, serta tujuan sebuah rancangan grafis. Karena hal tersebut akan mempermudah pekerjaan serta memberikan efek domino bagi pemahaman masyarakat terhadap segala praktik yang terkait kedalam desain grafis.



Desainer haruslah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara terarah dan bertujuan. Komunikasi tersebut disebut juga sebagai komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal menurut Muhammad (2005,p.158-159) adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. Dari teori tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa, komunikasi interpersonal adalah suatu dialog yang dilakukan antar individu atau antar individu dengan kelompok dengan tujuan dan cara tertentu untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Berdasarkan teori di atas, komunikasi interpersonal memungkinkan seorang desainer untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman tentang dunia visual kepada konsumen. Mengingat bahwa desain grafis masih tergolong kedalam jenis pekerjaan yang ekslusif dan tidak semua orang akan paham maksud yang dijelaskan oleh seorang perancang grafis.


Bagaimana cara memulai?

Menurut Devito(1997, p.259-264), Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).


1. Keterbukaan (Openness)

Berdialog atas azas kepercayaan dan kejujuran. Keterbukaan informasi dalam berkomunikasi antar individu sangat ditekankan. Hal tersebut memberikan dampak pada terbangunnya rasa saling percaya. Sehingga jika kepercayaan sudah terbentuk, maka kedua individu atau lebih yang sedang berdialog akan merasa nyaman.


2. Empati (empathy)

Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut dalam topik yang sedang dibicarakan. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada dalam perasaan yang sama seperti hanyut dalam setiap pembicaraan yang sedang dibicarakan. Jika empati diutamakan dalam setiap komunikasi, maka kedua komunikan akan saling memahami perasaan masing-masing dan komunikan akan tahu bagaimana harus memberikan respon terhadap perasaan tersebut. Perasaan-perasan yang diberikan itu dapat pula berupa pengalaman, harapan, tujuan, cita-cita serta keinginan. Empati dapat ditunjukkan melalui gerakan tubuh atau dengan cara mendengar dengan seksama dan hati-hati dalam merespon setiap pertanyaan atau pernyataan yang keluar dari komunikan. Dalam desain grafis, empati secara sederhana dapat digambarkan dalam sikap peduli seorang desainer grafis. Bagaimana dia bisa memahami kondisi, selera, dan harapan dari klien terhadap jasa yang ingin dipakainya.


3. Sikap mendukung (supportiveness)

Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak terjadi dalam suasana yang tidak mendukung. Setiap komunikan harus memperlihatkan terlebih dahulu dukungannya terhadap apa yang dibicarakan. Sikap-sikap yang harus ditonjolkan seperti spontanitas, meng”iyakan” apa yang dikatakan dan tidak memberikan solusi terlebih dahulu jika tidak ditanyakan.


4. Sikap positif (positiveness)


Sikap dan pandangan positif merupakan elemen penting yang tidak dapat dilupakan. Karena sikap positif dapat memberikan energi baru bagi dua orang yang sedang berkomunikasi. Dan sikap positif menjaga atmosfer dialog yang sedang dibangun.


5. Kesetaraan (Equality)

Inilah hidup, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Semua pasti atas dasar keseimbangan. Ada yang kurang dan ada yang lebih. Jika salah satu kurang, maka di sisi lain lebih. Begitu juga, jika di satu sisi kurang, maka di sisi lain terdapat kelebihan. Oleh karena itu, setiap dialog yang sedang dibangun oleh dua manusia yang berbeda cara pandang, profesi, status sosial, keinginan, serta pengalaman haruslah memiliki rasa saling menghargai dan memahami akan setiap perbedaan. Jika sikap saling menghargai sudah terbentuk, maka setiap komunikan akan semakin mudah untuk menerima setiap perbedaan dalam dialog yang terjadi. Sehingga tujuan dari dialog tercapai secara terarah.

Demikian sedikit tips yang bisa digunakan untuk membangun komunikasi interpersonal yang baik bagi desainer grafis. Kamu bisa berlatih mengembangkan sikap-sikap diatas ketika sedang berkomunikasi dengan klien. Sehingga diharapkan, dengan komunikasi yang baik, tujuan dari proses perancangan visual bisa tercapai. Semoga bermanfaat!